Pengaruh Kondisi Ruangan Terhadap Furnitur Logam Yang Ada

Pengaruh Kondisi Ruangan Terhadap Furnitur Logam

Furnitur dewasa ini telah berkembang dengan sangat luas dari mulai bentuk yang unik hingga material furnitur yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Material furnitur saat ini ada yang berbahan logam yang mampu mengangkat konsep dengan sangat kuat khususnya konsep ruangan industrial. Gaya industrial adalah gaya yang mengesankan keterbukaan dan ketidakrampungan, dan penggunaan furnitur logam sangat membantu memperkuat kesan tersebut.

Jenis-Jenis Furnitur Logam

Pengaruh Kondisi Ruangan Terhadap Furnitur Logam

Furnitur logam terdiri dari beberapa jenis yang cukup marak digunakan di hunian modern dan dijual di pasaran umum. Di antaranya:

1. Alumunium

Alumunium dalam penampilannya menyerupai stainless steel hanya saja dengan berat yang lebih ringan dan kekuatan yang lebih rendah. Material alumunium tidak dapat mengalami karat namun dapat mengalami korosi.

2. Tembaga

Tembaga merupakan jenis logam berwarna coklat yang mirip dengan perak maupun perunggu. Tembaga merupakan material yang paling banyak digunakan dan ditemukan dalam furnitur khususnya yang berhubungan dengan panas seperti kompor, karena kekuatannya yang tidak akan rusak jika terkena panas. Namun karena kondisi lingkungan luar yang tidak terkontrol, tembaga dapat rusak seperti berubah warna. Untuk itu perlu ada pelapisan khusus di akhir agar tidak mudah rusak.

3. Stainless steel

Merupakan material yang selalu tampil elegan dalam furnitur juga merupakan material yang tahan terhadap berbagai macam cuaca sehingga kerap terhindar dari karat, korosif dan lain-lain.

4. Besi

Besi merupakan material yang sangat kuat juga keras, sehingga dalam pembentukannya besi kerap memerlukan perlakuan dan proses khusus. Yang disayangkan dari material ini adalah mudah sekali berkarat sehingga perlu ada perlakuan tertentu, khususnya untuk menghindarkannya dari kelembaban ruangan seperti menggunakan sika waterproofing untuk dak hanya saja dikhususkan untuk besi.

5. Kuningan

Tampilannya memang tampak seperti emas, namun kuningan merupakan logam yang yang merupakan campuran dari tembaga dan seng. Kuningan mampu menampilkan kesan elegan pada furnitur, namun harus berhati-hati dalam merawatnya karena kuningan sangat mudah mengalami karat hingga pelunturan warna yang menyebabkan tingkan elegannya berkurang.

Pengaruh Kondisi Ruangan Terhadap Furnitur Logam

Seperti yang telah dijabarkan pada poin-poin di atas logam dapat mudah rusak dan salah satu penyebab kerusakannya adalah kondisi lingkungan sekitar logam. Memiliki funritur logam memang dapat menambah estetika, namun tentu sifat logam yang mudah rusak juga harus diperhatikan. Logam tidak rusak oleh benturan, goresan, gesekan dan lain-lain tapi oleh kondisi ruangan. karenanya memiliki furnitur logam harus sangat berhati-hati dalam mengendalikan suhu ruangan. Adapun pengaruh kondisi ruangan terhadap loga antara lain:

  1. Berkarat
  2. Berubah warna
  3. Korosif
  4. Berjamur

Yang terjadi pada furnitur logam akibat kondisi ruangan akan berdampak cukup signifikan terhadap estetika furnitur hingga kesehatan udara akibat karat dan jamur. Karenanya kerusakan logam harus dicegah misalnya dengan mengendalikan kondisi ruangan. Mengendalikan kondisi ruangan dapat dengan mempertahankannya agar tidak lembab dengan menggunakan dinding dan atap anti lembab yang dapat dipasang oleh jasa waterproofing membrane bakar.

Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan merawat furnitur seperti rutin mengelapnya dengan lap kering agar terhindar dari karat. Selain itu mengecat furnitur logam atau melapisinya dengan cairan tertentu dapat menghindarkannya furnitur dari kerusakan. Pemilik rumah juga harus rutin membuka ruangan agar tergapai oleh kehangatan dari sinar matahari sehingga kondisi ruangan khususnya udara tidak lembab dan dingin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *